Kisah anak desa part 2, ini ditulis setelah menulis kisah yang menurut saya sangat inspirasi sekali.
bagian part 1 : https://hobbyout.blogspot.com/2016/04/kisah-anak-desa.html
lanjutt.. Diterima Jalur Undangan Kedokteran
2016 merupakan tahun terakhir SMA dan anak desa ini mulai ragu apakah akan melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi atau tidak. kenapa?? karena keterbatasan biaya yang membuat pisimis parah. Dengan bantuan Wali kelas nya akhirnya anak desa ini didaftarkan menjadi untuk beasiswa Bidikmisi. lalu mencoba keberuntungan melalui SNMPTN tahun 2016. Banyak pertimbangan jurusan apakah yang akan diambil? kuliah dimana?kos bagaimana? biaya makanan bagaimana ?
Hal bodoh yang dilakukan anak desa ini adalah dia mencari informasi yang begitu banyak hingga dapat lah ide untuk mengambil jurusan kedokteran sesuai cita citanya. Dia selalu mencari informasi yang banyak di internet dan dia menemukan satu artikel di detik dot com tentang kampus yang menjadi negeri dan membuka jalur undangan. setelah dia mencari informasi tersbut dapatlah yang dia inginkan Yaitu jurusan kedokteran dengan kampus baru negeri dijakarta. Kenpa pilih kampus yang baru negeri ? karena saingannya pasti dikit hehehe. Singkat cerita dia mendaftrkan dirinya dengan beasiswa bidikmisi.
Satu bulan berlalu akhirnya pengumuman untuk jalur SNMPTN. Saat membuka pengumuman "Selamat anda dinyatakan lulus!!!" akhirnya cita cita nya mulai tercapai satu langkah lulus kedokteran. Diotak anak ini cuma pengen kuliah dan menjauh dari tempat tinggal untuk sementara.
Anak desa ini tidak sadar bahwa langkah yang diambil ini penuh dengan penderitaan. kenapa ? karena tidak akan ada yang mengirimkan uang makan tiap bulan dan tidak akan ada yang peduli.
Yaps benar itu lah yang dirasakan, rasa senang hanya untuk diri sendiri karena tidak ada yang percaya apakah bisa anak desa ini bisa menjalaninya ? entalah Tuhan yang Tau
hari berganti anak desa ini sangat semngat karena akan ke Jakarta untuk pendaftaran ulang!!. Yaps cari kosan dibantu oleh saudara yang ada di jakarta dan ketemu dekat kampus 650rb perbulan.
Sebenarnya anak desa ini cukup ragu,, apakah dia bisa menjalani hidup di jakarta denngan bantuan hdup bidikmisi hanya 600rb perbulan dan dibayarkan 6 bulan sekali. Bagaimana dia bisa makan minum? dan kebutuhan lainnya? tiket pesawat ke jakarta ?. Banyak perdebatan batin yang selalu keluar dari pikiran anak ini. Dia percaya bahwa Tuhan Tidak akan meninggalkan nya disaat kesulitan. Doa doa doa dan berdoa itu lah yang dilakukannya. karena nasibnya tidak seberuntung orang lain yang hdup dengan berkecukupan.
Percakapan dengan keluarga !
K : " kamu yakin dengan pengumuman itu? jangan jangan itu penipuan!!
S : " iya saya yakin, benar kok {sambil menunjukan bukti}
K : " lalu bagaimana dengan biaya hidup mu disana ?
S : " Tenang saya beasiswa jadi uang kuliah gratis dan dapat bantuan hidup 600rb perbulan"
K : " Ya terserah kamu !! Kita sudah tidak bisa bantu lagi, Untuk biaya hidup perbulannya, karena kita punya anak yang harus kuliah juga!!
S: "okay tidak masalah, Puji Tuhan Saya bisa menjalankannya dengan bantuan Tuhan"
setelah percakapan itu sang anak desa kekamarnya dan menangis. "Entalah bagaiaman ini? jika ini panggilan Tuhan maka panggilah aku"
Setiap hari anak desa ini selalu didoakan oleh keluarganya, apakah ini panggilan Tuhan dan bukalah jalan Tuhan bagi nya agar bisa menjalani kuliahnya nanti. amin " (kata dalam doa)
Anak desa ini terlalu egois karena mimpinya, dia lebih memilih tidak akan pulang salama kuliah sampai dia lulus. masalah jauh dari keluarga dia tidakk peduli karena itu keinginannya juga.
Anak desa ini memiliki kakak dan diberikan uang oleh kakaknya 2 juta untuk bantuan pendidikannya, dan betapa senangnya dia karena bisa beli tiket ke jakarta 1,2 juta dan bayar uang kosan. Yes masalah tiket dan kosan sudah selesai, tanpa berpikir bagaimana nasibnya setelah itu?
Sebelum berangkat diapun diberikan uang oleh keluarganya dengan total ditangan 1,5 juta.
Dengan percaya diri sang anak desa terbang dari daerahnya ke medan lalu ke jakarta, untuk pendaftaran ulang SNMPTN.
bagaimana kisah selanjutnya ? apakah dia bisa menjalani kuliahnya ? lalu biaya sehari harinya dari pada?
Tunggu kisah selanjutnya.....