z I Love My Life: April 2016

Saturday, April 23, 2016

Kisah Anak Desa



Kisah Anak Desa

Alkisah disebuah desa kecil ada satu keluarga yang tinggal dengan 6 orang anak
 tak bisa di pungkiri hidup di desa dengan banyak anak membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan. Dengan sang ayah yang sakit sakitan menambah beban hidup.
Untuk membantu orang tua anak-anaknya sekolah hanya lulusan SD. Semua anaknya berusaha untuk membantu orang tuanya. Namun nasib telah di garis Tuhan maka  keadaan terus bertambah parah.
Dan keluarga itu memutuskan untuk kembali ke kota dengan harapan agar kehidupan ini lebih baik. Apalagi ayah mereka semakin parah. Semua di jual baik rumah, dan tanah untuk ongkos ke kota.
Sesampainya di kota , satu persatu anak –anaknya mulai bekerja hidup di rumah orang di usia muda rasanya sangat dicabik ingin sekali menghabiskan masa anak anak bersama rasanya hanyalah sebuah mimpi.
Bekrja bekerja itulah sembonyang keluarga kecil ini,
Tak lama kemudian sang ayah meninggal.
Ketika itu anak kecilnya laki-laki berusia 7 tahun bekerja sebagai pencuci gelas, di rumah makan
Sebelum meninggal pada malam hari sang ayah memanggil anaknya laki-laki ini, anak manjanya yang sulung.
Dengan batu-batuk sang ayah meminta uang kepada sang anak
“nak bisa bapak pinjam uang mu, kalau ada uang bapak pasti bapak ganti”
Sang anak sangat kesal dimana dia sedang makan lalu dipanggil Cuma minta uang .
Kesal pasti marah ia.. dengan sabar sang anak memberi uang 20rb kepada sang ayah lalu pergi.
Tak di sangka pertemuan dan percapakan itu adlah yang terakhir pada sang anak. Keesokan harinya sang ayah meninggal dunia.
Dengan hati polos sang anak pergi ke rumah kos dengan lugu diam dan duduk di samping ayahnya yang tertidur tanpa nafas, semua orang menangis, namun dia hanya diam tanpa suara, namun kelamaan dia juga ikut menangis meski di tidak tahu apa yang terjadi.

Hari berganti kerja di rumah orang rasa nya melelahkan pergi jam 5 pagi pulang jam 7 malam di usia yang 7 tahun sang anak tidak tahu apa yang terjadi,,
Disuruh di bentak adalah hal biasa baginya.
Namun seiring bertambahnya usianya dia baru sadar bahwa ia sangat lelah dan ingin keluar dari pekerjaannya. Dia binggung mau kemana, sang ibu anak kakak berpencar entah kemana.
2 tahun berkerja di usia 9 tahun dia berani menanyakan gaji nya kepda tantenya tempat dia tinggal, karena selama ini kalau ada gajinya selalu di setor sama tantenya. Dengan lugu sang anak berkata
“Tante saya tidak sanggup lagi bekerja di sana saya ingin keluar dari pekerjaan saya”
Dengan lembut sang tante berkata
“terserah kamu”
“tapi tante saya ingin meminta gaji saya selama saya  bekerja”  sambung sang anak
Dengan geram sang tante menjawa “ apa?? Enak sekali kau minta gaji mu.. jadi selama ini kamu pikr tinggal disini gratis!! Uang makan kamu berapa!”
Dengan tersedu seduh sang anak menangis karena baru kali ini dia dimarahi sejak hidupnya.
Lalu pergi kepada sang ibu dan menceritakan semau yang terjadi, dengan kesal sang ibu menjawab “Sudahlah memang sperti itu saudarah ayahmu”
Namun sayang anak tidak terima dengan itu.. kata kata tantenya itu selalu ia ingat sampai hari ini.
Sang anak laki laki inipun mulai berpikir kenapa tante saya begitu kejam? Padahal saya pergi kerja jam 5 pagi pulang jam 7 malam, sarapan , makan siang itu di berikan oleh tempat saya bekerja, bahkan kadang saya di beri makan malam dan saya jarang makan di rumah tante saya..
Dan saat itu ia merindukan sosok ayah,  dengan menatap langit ia teringat ketika sang ayah meminta uang kepda nya, ia sangat menyesal “ andai ayah masih hidup pasti seluruh gajinya di berikan kepda ayah” gumannya dalam hati. Gajinya yang 100rb perminggu hilang di telan oleh ke munafikan orang lain.
Dengan semangat anak ini pernah bekerja di laut sebagai penarik jaring 2 tahun
Dan dengan belaskasih seorang paman anak ini di sekolahkan dari SD sampai SMA dan sekarang dia hanya menunggu pengumuman kelulusan pada 7 mei mendatang.
Sang anak laki-laki ini memliki cita-cita menjadi seorang dokter..
Entahlah uang tak ada, bisakah Tuhan mengabulkan doanya menjadi dokter??
Tunggu kisah selanjudnya.