z I Love My Life: March 2016

Saturday, March 5, 2016

Orang Yang Paling Beruntung



Sungguh dia orang yang sangat beruntung, dia kuliah tanpa memikirkan uang kuliah nya. Libur semester dia datang naik pesawat , tiap bulan uang selalu mengalir dalam rekeningnya tanpa pusing dan tanpa pikir dan tak peduli.
Apa yang dia tahu, asik telfon dengan sang  pacar, kamu bisa bayangkan dari pagi sampai malam handset sellau di telinganya.
Hidupnya sangat santai dan menyenangkan sekali, orang tuanya selalu membanggakannya, bahkan saya yang terdekat diam tanpa kata yang sangat menyayat hati.
Kadang aku berpikir “andai dirimu diriku aku tidak akan menyiakan waktu yang berharga ini.”   Uang sekolah mengalir setiap bulan, uang pulsanya uang makannya bahkan semuanya, sedangkan saya, untuk melanjud kuliah saya tidak tahu mau minta uang kepada siapa!!, saya memang  punya orang tua, tetapi mereka juga susah.
Jika ku bandingkan hidupku dengan hidupnya hidupku lebih miris.
 Dia tidak pernah termenung memikirkan sekolahnya dia hanya termenung memikirkan kata kata dari pacarnya, dia tidak pernah menangis memikirkan orang tuanya, dia hanya menangis ketika dia putus dengan sang pacar.
Saya yang merintih penuh penyesalan selalu memikirkan apa yang mungkin tak ku dapatkan, sekolah di tingkat yang lebih tinggi hanya angan- angan yang mungkin bisa ku raih.
Saya selalu mikir jika kuliah nanti tak ada orang yang akan mengirimkan aku uang setiap bulan, atau jika libur semester  nanti tak akan ada yang mengirimkan ku tiket untuk  pulang kampung.
Oh Tuhan, Kadang penyesalan selalu menghampiri ku setiap saat,
 Saat dimana aku tidak tahu dimana lagi aku berjalan,
Tuhan tahun ini aku akan lulus dari bangku SMA, aku sangat tidak tahu dimanakah aku kan melanjudkan pendidikan ku,
Aku memiliki cita-cita yang terlalu tinggi, Sekolah Di UI,
Tapi aku percaya Tuhan bagi mu tak ada yang mustahil, aku ingin membahagiakan orang tua ku dan orang yang telah menyekolahkanku.
Tuhan akku percaya “Urusan belajar, itu urusan ku dengan mu Tuhan, tetapi untuk uang aku serahan pada mu tuhan”  
Aku tidak memiliki apa yang bisa ku banggakan, hanya kata-kata berkat dari guru, taman dan orang yang selalu mengatakan “semoga kamu jadi orang yang sukses”
Aku tak  tahu akan kemana aku pergi, semoga dengan mimpi yang ku miliki dan semangat yang  ku pendam,
Aku bisa mewujudkan cita-cita ku. Amin.