Sungguh dia orang yang sangat beruntung, dia kuliah tanpa
memikirkan uang kuliah nya. Libur semester dia datang naik pesawat , tiap bulan
uang selalu mengalir dalam rekeningnya tanpa pusing dan tanpa pikir dan tak
peduli.
Apa yang dia tahu, asik telfon dengan sang pacar, kamu bisa bayangkan dari pagi sampai
malam handset sellau di telinganya.
Hidupnya sangat santai dan menyenangkan sekali, orang tuanya
selalu membanggakannya, bahkan saya yang terdekat diam tanpa kata yang sangat
menyayat hati.
Kadang aku berpikir “andai
dirimu diriku aku tidak akan menyiakan waktu yang berharga ini.” Uang sekolah mengalir setiap bulan, uang
pulsanya uang makannya bahkan semuanya, sedangkan saya, untuk melanjud kuliah
saya tidak tahu mau minta uang kepada siapa!!, saya memang punya orang tua, tetapi mereka juga susah.
Jika ku bandingkan hidupku dengan hidupnya hidupku lebih
miris.
Dia tidak pernah
termenung memikirkan sekolahnya dia hanya termenung memikirkan kata kata dari
pacarnya, dia tidak pernah menangis memikirkan orang tuanya, dia hanya menangis
ketika dia putus dengan sang pacar.
Saya yang merintih penuh penyesalan selalu memikirkan apa
yang mungkin tak ku dapatkan, sekolah di tingkat yang lebih tinggi hanya angan-
angan yang mungkin bisa ku raih.
Saya selalu mikir jika kuliah nanti tak ada orang yang akan
mengirimkan aku uang setiap bulan, atau jika libur semester nanti tak akan ada yang mengirimkan ku tiket
untuk pulang kampung.
Oh Tuhan, Kadang penyesalan selalu menghampiri ku setiap
saat,
Saat dimana aku tidak
tahu dimana lagi aku berjalan,
Tuhan tahun ini aku akan lulus dari bangku SMA, aku sangat
tidak tahu dimanakah aku kan melanjudkan pendidikan ku,
Aku memiliki cita-cita yang terlalu tinggi, Sekolah Di UI,
Tapi aku percaya Tuhan bagi mu tak ada yang mustahil, aku
ingin membahagiakan orang tua ku dan orang yang telah menyekolahkanku.
Tuhan akku percaya “Urusan
belajar, itu urusan ku dengan mu Tuhan, tetapi untuk uang aku serahan pada mu
tuhan”
Aku tidak memiliki apa yang bisa ku banggakan, hanya
kata-kata berkat dari guru, taman dan orang yang selalu mengatakan “semoga kamu jadi orang yang sukses”
Aku tak tahu akan
kemana aku pergi, semoga dengan mimpi yang ku miliki dan semangat yang ku pendam,
Aku bisa mewujudkan cita-cita ku. Amin.