z I Love My Life: Pembahasan Soal Try Out bagian Mata UKMPPD

Thursday, September 15, 2022

Pembahasan Soal Try Out bagian Mata UKMPPD

 Berikut ini Pembahasan dan soal try out bagian  mata  UKMPPD 

1. An. A usia 12 tahun, dibawa ibunya ke poli KIA puskesmas dengan keluhan benjolan di kelopak mata kiri bawah bagian dalam sejak 3 hari yang lalu, benjolan tidak terasa sakit dan tidak merah, penglihatan masih jelas. Pemeriksaan fisik menunjukkan massa kenyal di palpebral inferior, hiperemis(-), nyeri tekan(-), injeksi conjunctiva palpebral inferior (-). Penyebab terjadinya penyakit tersebut adalah...

a. Disfungsi kelenjar meibom

b. Disfungsi kelenjar zeis

c. Sumbatan kelenjar moll

d. Sumbatan kelenjar lacrimalis

e. Sumbatan kelenjar sebacea


Kunci Jawaban : A

KALAZION

Kalazion adalah Peradangan granulomatosa kronik yang terjadi Pada kelenjar kelopak mata 

Etiologi :

Proliferasi dan reaksi lipogranulomatosa pada glandula Meibom. 

Gejala (Symtoms) :

Bengkak pada kelopak mata, tidak nyeri dan rasa mengganjal

Tanda (Signs):

edema kelopak mata (+), nyeri tekan pada kelopak (-), hiperemis (-), dapat dijumpai pseudoptosis

TATALAKSANA :

Non Farmakologi : Jaga Higenitas / Kebersihan Kelopak Mata, Kompres Hangat Kelopak Mata Farmakologi :

 Konservatif

 Injeksi steroid intralesi : (triamsinolon 40mg/ml)

 Definitif : Ekokleasi kalazion (insisi vertical)

  KALAZION

      Gejala (Symtoms) :

Bengkak pada kelopak mata, tidak nyeri dan rasa mengganjal

Tanda (Signs):

edema kelopak mata (+), nyeri tekan pada kelopak (-), hiperemis (-), dapat dijumpai pseudoptosis

     


2.  Tn. Ucok  usia 35 tahun datang ke Poli Mata dengan keluhan mata kemasukan serbuk kayu ketika dia sedang memahat di tempat kerjanya. Mata terasa nyeri, merah, dan berair. Penglihatan masih jelas. Pemeriksaan fisik menunjukkan terdapat benda kecoklatan di konjungtiva bulbi, injeksi konjungtiva (+), kornea dan lensa dalam batas normal. Pemeriksaan visus OD: 6/6 dan OS: 6/6. Tatalaksana yang tepat adalah....

a. Tetes anestesi mata dan diambil dengan kapas

b. Tetes anestesi mata dan diambil dengan lidi kapas

c. Tetes anestesi mata dan diambil dengan spuit 3 cc

d. Tetes anestesi mata dan diberikan antibiotik

e. Tetes antibiotic mata kemudian dirujuk


Kunci Jawaban : B

CORPUS ALIENUM DI KONJUNGTIVA

Corpus alienum konjungtiva merupakan suatu benda yang secara normal tidak terdapat pada konjungtiva Etiologi :

Serbuk kayu, debu.

DIAGNOSIS

Gejala (Symtoms) : Lakrimasi, mata merah, rasa mengganjal, nyeri

Tanda (Signs): Penurunan Visus (-) Tanda – Tanda Inflamasi (+), tampak corpus alienum pada konjungtiva (+)


TATALAKSANA :

Farmakologi :Ekstraksi Corpus alienum

 Tetesi dengan pantocain (anestesi topical)

 Ekstraksi corpal dengan lidi kapas atau jarum halus dari arah medial-ke lateral

 Bubuhkan povidone iodine dengan lidi kapas pada lesi

 Oleskan salep antibiotik dan istirahatkan mata

Komplikasi : Konjungtivitis


3.  Tn. Kim usia 23 tahun datang ke Poli Mata dengan keluhan mata pedih, berair, dan silau setelah terkena larutan kimia. Penglihatan pasien buram. Pasien bekerja dilaboratorium perusahaan. Pemeriksaan visus sulit dinilai karena pasien sulit membuka matanya. Tatalaksana awal yang paling tepat pada kasus ini adalah...

 

 a. Irigasi dengan RL 2 liter per mata

b. Berikan steroid tetes mata untuk mengurangi inflamasi

c. Berikan sikoplegik untuk mengistirahatkan iris

d. Berikan antibiotic tetes mata segera

e. Irigasi dengan NaCl 0,9% sebanyak mungkin selama 15-30 menit



Kunci Jawaban : E

TRAUMA KIMIA PADA MATA

Level Kompetensi :3B

Mata terkena bahan kimia, baik asam mmaupun basa kuat (lebih parah)

Diagnosis : kertas lakmus

Tatalaksana: irigasi sebanyak 2 liter selama 15-30 menit sampai ph normal+steroid (dexamethasone 0,1%/2 jam) +doksisiklin 100mg


4. Tn. Dong usia 60 tahun, datang ke poli umum dengan keluhan pandangan mata semakin lama semakin kabur, pasien merasa pandangannya tertutup kabut. Mata tidak merah ataupun nyeri. Pada pemeriksaan visus, didapatkan OD: visus 6/60 dikoreksi menjadi 6/20, OS: visus 6/60 dikoreksi menjadi 6/20. TIO kedua mata normal. Pemeriksaan oftalmologi menunjukkan bilik mata depan dalam, lensa kedua mata sedikit keruh dan shadow test positif. Diagnosis pada kasus ini adalah...

a. Katarak imatur

b. Katarak matur

c. Katarak hipermatur

d. Katarak morgagni

e. Katarak sekunder



Kunci Jawaban : A KATARAK

Klasifikasi:

Berdasarkan usia

 Katarak congenital (<1tahun)

 Katarak juvenile (1-40 tahun)

 Katarak pra-senilis (40-50tahun)  Katarak senilis (>50 tahun)

Katarak traumatika : riwayat trauma

Katarak sekunder : akibat penyakit mata lain sebelumnya (uveitis, retinitis, iskemi ocular dll), atau post op. Katarak komplikata : katarak akibat penyakit sistemik (DM disebabkan sorbitol oleh enzim aldose reduktase) Etiologi :

Proses degenerative, gangguan metabolic, kelainan congenital dan toksik :kortikosteroid, clorpromazin, dll


Gejala (Symtoms) :

Distorsi penglihatan, penglihatan kabur seperti berkabut atau berasap, mata tenang

Tanda (Signs):

Penurunan visus (+), lensa keruh, shadow test (-/+) Kongenital : sclera tipis (kebiruan), buftalmus, bintik putih pada mata

Traumatika : star-shaped pada lensa


TATALAKSANA Farmakologi : Definitif : Operatif

Kadar KGD

Tonometri (komplikasi glaucoma)

     EKIK (ekstraksi katarak intrakapsular) -> Membuang lensa dan kapsul secara keseluruhan memutus Zonnula Zinn

Indikasi → Katarak tak stabil, menggembung, hipermatur, terluksasi

Kontraindikasi -> Absolut: anak, ruptur kapsul karena trauma., Relatif: miop tinggi, ke COA

 EKEK (ekstraksi katarak ekstrakapsular) -> Membuang nukleus dan korteks melalui kapsul anterior lalu menanam IOL

 SICS (small incision cataract surgery)

 EKEK + fakoemulsifikasi Komplikasi :

Katarak hipermatur/matur : Glaukoma Fakolitik

Katarak imatur : glaucoma fakomorfik

Reaksi hipersensiivitas akibat IOL : glaucoma fakoanafilaktik(steroid)


5. Ny. Kayu  usia 40 tahun, datang ke poli umum dengan keluhan mata kiri tiba-tiba berwarna merah. Pasien baru menyadari hal tersebut saat bercermin. Mata tidak terasa nyeri, merah, berair, gatal, dan penglihatan tidak menurun. Pasien memiliki riwayat penyakit jantung sehingga harus mengonsumsi obat secara rutin sejak 1 tahun terakhir. Pemeriksaan fisik menunjukkan perdarahan di sclera warna merah terang. Pemeriksaan visus OD dan OS 6/6. Funduskopi dalam batas normal. Obat yang menyebabkan keluhan tersebut adalah...

a. Klopidogrel

b. Aspirin

c. Nitrat

d. Morfin

e. ACE Inhibitor

Kunci Jawaban : B

PERDARAHAN SUBKONJUNGTIVA

Etiologi :

Trauma, factor resiko : umur, hipertensi, ateriosklerosis, pemakaian antikoagulan, batuk kronik(pertusis)


Gejala (Symtoms) : Mata merah

Tanda (Signs):

Penurunan Visus (-) Tanda – Tanda Inflamasi (-),

tampak patch merah pada konjungtiva (+), nyeri (-)


6. An. Bayu usia 9 tahun, dibawa ayahnya ke poli KIA dengan keluhan nyeri pada ujung mata kanan dekat pangkal hidung sejak 4 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri. Pemeriksaan fisik menunjukkan terdapat edema di kantus medial ,hiperemis, sekret (+), dan nyeri tekan. Diagnosis pasien pada kasus adalah...

 a. Dakrioadenitis

b. Dakriosistitis

c. Hordeolum eksterna

d. Kalazion

e. Celulitis Orbita


Kunci Jawaban : B


Pemeriksaan anel test :

TATALAKSANA :

Negatif

  DAKRIOSISTITIS

       Gejala (Symtoms) :

Nyeri, lakrimasi, bengkak dan merah pada sudut mata dalam (pangkal hidung), demam

Tanda (Signs):

Penurunan Visus (-) ; Tanda – Tanda Inflamasi (+), edema pada saccus lakrimalis, nyeri tekan(+), dapat dijumpai sekret mukopurulen bila saccus lakrimalis di tekan

      Non Farmakologi :

 Kompres hangat

 Jaga higenitas mata/kelopak mata

Farmakologi :

 Antibiotik : Amoxicilin/Clavulanate

 Definitif : jika terdapat abses : insisi drainase, pada dakriosistitis berulang :dacryocystorrhynostomy

Komplikasi :

Fistula glandula lakrimalis, fistula saccus lakrimalis dan selulitis orbita.


7. Ny. Lisa usia 30 tahun datang ke poli umum dengan keluhan mata merah sejak 2 minggu yang lalu. Mata nyeri, silau, dan penurunan penglihatan. Keluhan memberat saat sore dan malam hari. Pasien merasakan keluhan serupa 1 bulan yang lalu. Riwayat trauma atau pemakaian lensa kontak disangkal. Pemeriksaan visus menunjukkan OD 20/200 dan OS 20/200. Pemeriksaan oftalmologi menunjukkan injeksi silier, keratik presipitat, sinekia posterior (+), dan pupil miosis. Diagnosa pada kasus ini adalah...

a. Keratitis

b. Iridosiklitis

c. Uveitis posterior

d. Skleritis

e. Endoftalmitis


Kunci Jawaban : B


Gejala (Symtoms) :

Mata nyeri, merah , fotofobia, penurunan penglihatan, lakrimasi

Tanda (Signs):

Penurunan Visus (+) ; Tanda – Tanda Inflamasi (+), keratic presipitat (+), (+) sel flare(+), efek tyndall (+), Nodul Koeppes dan busaka (+), pupil miosis(+)

    Pemeriksaan

tonometri:

TATALAKSANA :

TIO dapat meningkat

UVEITIS ANTERIOR

     Farmakologi :

•Topikal : (Mydriatic-cyclopegic, Kortikosteroid ,Antibiotik) •Sistemik : (Kortikosteroid, NSAIDs, Immunosupresan)

Komplikasi :

Endoftalmitis/panoftalmitis, glaucoma sekunder, uveitis simpatis (rasa nyeri pada mata yang lainnya), katarak komplikata


8. An. Yu  usia 9 tahun, datang dengan keluhan tidak dapat menggambar garis lurus. Pemeriksaan visus ODS 6/7 dikoreksi dengan lensa C -4.50 S -1.00 90o menjadi 6/6. Diagnosa pada kasus ini adalah...

a. Astigmatisma hipermetropia simpleks

b. Astigmatisma hipermetropia kompositus

c. Astigmatisma myopia simpleks

d. Astigmatisma myopia kompositus

e. Astigmatisma mixtus


Kunci Jawaban : D ASTIGMATISMA Klasifikasi:

 Astigmatisma lazim : kelengkungan kornea pada bidang vertical bertambah atau lebih kuat atau jari- jarinya lebih

pendek dibanding jari-jari kelengkungan kornea di bidang horizontal (baru lahir)

 Astigmatisma tidak lazim : kelengkungan kornea pada meridian horizontal lebih kuat dibandingkan

kelengkungan kornea vertical (usia pertengahan)

Bentuk Astigmatisma :

 Astigmatisma regular : kekuatan pembiasan bertambah atau berkurang perlahan-lahan secara

teratur dari 1 meridian ke meridian berikutnya

 Astigmatisma irregular : Astigmatisma yang terjadi tidak mempunyai 2 meridian saling tegak lurus

Etiologi :

 Kelainan kornea (90%), Perubahan lengkung kornea, Kelainan lensa, Kekeruhan lensa (ex.katarak insipien,

imatur)


9. Tn. Bom usia 36 tahun datang dengan keluhan mata kanan merah dan nyeri sejak 3 hari yang lalu. Penglihatan kabur dan silau bila terkena cahaya. Mata pasien baru terkena daun singkong saat dia bekerja dikebun. Pemeriksaan visus OD 2/6 dan OS 6/6. Pemeriksaan oftalmologi menunjukkan terdapat injeksi silier dan lesi satelit di kornea pada mata kanan pasien. Diagnosis pada kasus ini adalah...

a. Keratitis bakterialis

b. Ulkus kornea

c. Keratitis jamur

d. Keratitis viral

e. Konjungtivitis bakterialis

Kunci Jawaban: C

KERATITIS

Keratitis adalah peradangan pada kornea Klasifikasi dan Etiologi :

DIAGNOSIS

 Keratitis  Keratitis  Keratitis  Keratitis

bakterialis : staphylococcus, Pseudomonas, enterobacteriae Virus : HSV, VZV

Fungal: C.albican, Aspergillus

protozoa : Achantamoeba


Gejala (Symtoms) :

Mata Merah ; Nyeri ; Lakrimasi (+): Fotofobia (+), penurunan penglihatan

Tanda (Signs):

Penurunan Visus (-) ; Tanda – Tanda Inflamasi (+), injeksi konjungtiva (+), injeksi siliar (+)

Candida Albican : lesi satelit Aspergillus : Feathery finger like appereance

    Laboratorium :

KOH 10% : Candida Albican : pseudohifa, balstospora, yeast Aspergillus : hifa panjang bersekat, dengan spora 


10.   An. Ucok  usia 5 tahun datang dibawa ibunya ke poli Mata dengan keluhan bengkak dan nyeri di kelopak mata kanan sejak 3 hari yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan edema di area supratemporal palpebral superior mata kanan berbentuk huruf S terbalik, hiperemis, dan nyeri tekan. Diagnosis pada kasus ini adalah...

a. Blefaritis anterior

b. Blefaritis posterior

c. Hordeolum

d. Dakriosistitis

e. Dakrioadenitis


Kunci Jawaban : E

DAKRIOADENITIS/DAKRIOSISTITIS

Level Kompetensi : 3A

Dakrioadenitis adalah peradangan pada glandula lakrimalis, sedangkan dakriosistitis adalah peradangan pada saccus lakrimalis

Etiologi :

Dakrioadenitis disebabkan virus : CMV, Morbili, Varicella zoster, bakteri :Staphylococcus sp, jamur : histoplasmosis

Dakriosistitis disebabkan oleh obstruksi duktus nasolakrimalis

DIAGNOSIS

Pemeriksaan anel test : Positif

TATALAKSANA :

Non Farmakologi :

 Kompres hangat

 Jaga higenitas mata/kelopak mata

Farmakologi :

 Antibiotik : Amoxicilin/Clavulanate

 Definitif : jika terdapat abses : insisi drainase, pada dakriosistitis berulang :dacryocystorrhynostomy

Komplikasi :

Fistula glandula lakrimalis, fistula saccus lakrimalis dan selulitis orbita.

  DAKRIOADENITIS

        Gejala (Symtoms) :

Nyeri dan bengkak pada kelopak mata, demam

Tanda (Signs):

Penurunan Visus (-) ; Tanda – Tanda Inflamasi (+), edema orbita bagian temporal superior (berbentuk S terbalik)


11. Tn b , usia 50 tahun, datang ke IGD dengan keluhan kelopak mata robek setelah terkena seng sejak 35 menit yang lalu. Nyeri di sekitar mata. Pada pemeriksaan fisik ditemukan region palpebral superiomedial dextra terdapat luka robek berukuran1x0,5x0,5 cm, tepi rata, perdarahan aktif, dengan, hematoma dan edema di sekitar kelopak mata. Tatalaksana awal pada kasus adalah...

a. Langsung rujuk ke Sp.M

b. Cuci luka, berikan ATS, bebat, lalu rujuk ke Sp.M

c. Cuci luka, debridement, lalu rujuk ke Sp.M

d. Jahit kondisional lalu rujuk keSp.M

e. Cuci luka, berikan ATS, dan jahit luka


Kunci Jawaban : B

LASERASI KELOPAK MATA


TATALAKSANA :

Non Farmakologi :

 Bebat Tekan luka Farmakologi :

 Definitif : jahit luka (didaerah lateral), injeksi ATS jika perlu Komplikasi :

Eksposure keratitis, abrasi kornea, dan ektropion/entropion sikatrikal.



12.  Ny. jo, 54 tahun, datang ke poliklinik mengeluhkan mata terasa mengganjal dan berpasir sejak 3 bulan. Pada pemeriksaan fisik mata didapati palpebra dan segmen depan mata tenang dan visus baik. Terapi yang sesuai untuk pasien tersebut adalah

a. Antihistamin topikal

b. Air mata buatan

c. Antivirus topikal

d. Antibiotik topikal

e. Air mata buatan

Kunci Jawaban : B DRY EYES

 Etiologi :

 Defisiensi komponen lemak air mata : blefaritis menahun, riwayat operasi  Defisiensi kelenjar air mata

 Defisiensi komponen musin: def.vit A

 Penguapan berlebihan : di gurun pasir, keratitis, lagoftalmus

 Parut pada kornea

Diagnosa : mata gatal, berpasir, silau, penglihatan kabur . Pemeriksaan Schimmer Test, Teat break up time Tatalaksana : Airmata Buatan

Komplikasi : ulkus kornea, infeksi sekunder


13. An Soo Joon usia 3 tahun diantar orang tuanya ke Puskesmas keluhan saat bermain sore hari sering terjatuh karena tersandung batu atau menabrak benda di sekelilingnya. Diketahui pasien sering mengucek mata dan mengeluh mengantuk. Pemeriksaan mata didapatkan konjungtiva tampak keruh, kering, menebal, berkeriput dan ditemukan konjungtiva tidak memiliki sel goblet (+). Diagnosis yang paling tepat adalah

a. Retinitis pigmentosa

b. Xeroftalmia

c. Katarak juvenile

d. Hipotiroidisme

e. Endoftalmitis


Kunci Jawaban : B XEROFTALMIA

Xeroftalmia merupakan buta senja Etiologi :

Defisiensi vitamin A

 

No comments:

Post a Comment